Ayu Kuperawani Dirimu


Cewek ini namanya Ayu, dia temen dari Dian anak SMP sebelah rumah kost gue. Sore itu gue lagi nongkrong di depan kost sambil maen gitar,hampir setengah jam gue di depan, Dian terlihat pulang tapi kali ini sama temen-temennya.
“eh, Dian baru pulang sekolah ya? kok ampe jam segini? maen dulu, ya..?” gue becandain si Dian. “Enggak kok mas, tadi ada les di sekolah.” Oh, gitu, ya.. gue jawab dengan santai. “trus bawa temen banyak mau ada acara apa?” tanya gue lagi. “mau belajar kelompok mas, eh kenalin dong, mas temen-temen Dian!!” Dian nyuruh gue kenalan ma temen-temennya. ” ni mas Hendra namanya” sahut Dian. Salah satunya ya, si Ayu itu, uh cakep juga si Ayu ini masih kecil tapi bodinya udah mantap beda ma temen lainnya, dalam hati gue terpesona liat si Ayu. “mas, Dian kedalem dulu, ya..!”, “oh iya-iya….belajar yang akur ya!” sambil tersenyum Dian masuk kerumahnya.
Malam harinya gue ke rumah Dian karena emang gue dah biasa main kesitu. Gue ngobrol dan becanda-becanda ma Dian,
“eh, temen Dian yang namanya Ayu tadi manis juga, ya..?” ,”kenapa, mas? Naksir, ya..?” dasar si Dian ga bisa jaim dikit,ceplas-ceplos. “Dian punya nomer telponnya, gak? mas minta, ya..?” Dianpun masuk kekamar dan keluar membawa handphone, ” ni cari aja sendiri yang dinamain Ayoe ya, mas..”kata Dian. Gue langsung catet nomornya si Ayu. “udah mas?” tanya Dian. “udah, nih? makacih ya… besok
mas beliin coklat deh” ,”bener ya, mas!” kata Dian bersemangat karena coklat emang kesukaan dia banget.
Tanpa berlama-lama gue coba sms si Ayu, “hei Ayu lagi ngapain? masih inget gue, gak? tadi gue yang dikenalin Dian waktu kamu maen dirumahnya”. eh si Ayu pun balas sms gue “oh, iya ayu masih inget dong, kan baru tadi.. he he..”. sms pun berlanjut terus.
sehari, dua hari, tiga hari gue ma Ayu smsan,gue coba iseng ngajak dia keluar. Gak gue sangka dia mau gue ajak keluar. hari minggu gue ma Ayu janjian ketemu dan kami pun jalan-jalan muter-muter kota pake motor, ga kerasa udah sore banget dah waktunya pulangin si Ayu. tepat di jalan masuk gang dekat rumahnya,Ayu bilang “dah mas nyampe sini aja nganternya!”.
gue tanya “kenapa? mas ga boleh tau rumah Ayu ya?”, “ga pa pa kok mas lain waktu kan bisa…” ,
“oh ya udah, besok maen lagi ya?” ajak gue.
“iya mas…” jawab Ayu….
Selang beberapa hari Ayu maen kerumah Dian,gue kebetulan ada di depan rumah Dian, “eh, mas Hendra, Dian ada dirumah ga mas?”
tanya Ayu.”oh, tadi ada di belakang, masuk aja!” sekalian aja gue minta dia mampir ke kost gue “ntar mampir ke tempat mas ya!”
dia cuma senyum-senyum…
Gue masuk ke kamar kost dan tiduran sambil dengerin musik dari komputer gue, kebetulan waktu itu anak-anak kost pada pergi. Entah kemana jadi kost sepi banget kaya kuburan. Sambil tiduran otak  ngeres gue jalan, bayangin si Ayu ada di kamar gue dan gue bisa have a fun ma dia berdua di kamar. ga nahan bodinya… masih kecil tapi dah montok semua, depan belakang mantap…
Saat setengah tertidur, terdengar ada suara dari luar memanggil nama gue. “mas…mas Hendra…” gue bangun dari kasur dan keluar, gue kaget ternyata si Ayu yang ada di depan. “Ayu, ada apa? Dian ga ada ya?” tanya gue .”ada kok mas tadi cuma bentar dirumah Diannya. Sekarang Ayu boleh maen di sini ga, mas?” , “oh, tentu boleh, dong..masa ga boleh” dalam hati gue pun berkata
“pucuk di cinta Ayu pun tiba”,kami pun masuk ke dalam rumah kost. Rumah kost gue emang disediain tempat buat terima tamu tapi jarang dipake karena biasanya anak-anak kalo terima tamu langsung di kamar masing-masing, lebih santai katanya.”mau di sini aja apa
di dalem Ayu?” gue coba tawarin ke Ayu. “dah disini aja, mas..” jawabnya. kami pun ngobrol ini itu, saat asik ngobrol, becanda, gue pun mulai nakal megang-megang tangan Ayu lalu gue beraniin cium pipinya. Ayu kaget, wajahnya berubah jadi kemerahan karena malu.
“ih mas kok nakal, sih…” sambil mukul-mukul gue. gue pegang tangannya dan gue cium pipi yang satunya, wajah Ayu pun makin memerah. gue elus pipinya dan mau gue cium bibirnya, “ga mau ah, mas…” katanya. tapi gue tetep maksa cium dia dan akhirnya bibir manisnya berhasil gue lumat perlahan, Ayu pun memejamkan mata menikmati ciuman dari gue.. gue tambah bernafsu menciumi bibir Ayu dan mulai memainkan lidah gue. beberapa saat kami berciuman, gue lepas ciuman gue. “Ayu di kamar aja yuk! ajak gue. “nti takut ada orang liat kalo disini..” Ayu cuma diam dengan wajah yang masih malu-malu, gue gandeng tangannya masuk ke kamar kost gue dan pintu gue kunci. “kok dikunci pintunya mas?” tanya Ayu polos.”ga pa pa…!!” jawab gue. Gue lanjutin ciumin bibir Ayu sambil mendekap tubuhnya dan mulai meraba bodinya, meremas pantatnya. Saat gue coba meraba susunya,dia mencoba menahan tangan gue tapi karena kalah kuat dengan gue, gue tetep aja berhasil meraba dan meremas-remas susunya sambil terus berciuman, tangan Ayu masih coba menahan tangan gue meraba kedua susunya. Lama berciuman gue rebahin tubuh Ayu di kasur dan gue menindih tubuhnya. Gue lepas ciuman di bibirnya, mulai menciumi lehernya, meremas lembut susunya kiri kanan,
gue coba buka kancing bajunya tapi Ayu mencegah “jangan, mas..!” tapi tetep aja gue paksa buka kancing bajunya satu persatu sehingga terlihat penyangga susunya yang berwarna putih lalu perlahan gue lepas bajunya. Gue buka pengait branya sambil menciumi bibir dan leher Ayu dan melepasnya dari tubuh Ayu. Terlihat payudara Ayu masih sangat indah, kencang dengan puting kecil berwarna kemerahan. Ayu hanya memejamkan matanya dan menggigit bibirnya sendiri saat gue mulai menjilati
puting dan meremas susunya,terus bergantian kanan kiri dengan meninggalkan tanda merah bekas cupangan gue. Ayu pun semakin menikmati cumbuan itu, susunya pun terasa mengeras tanda dia telah terangsang, terdengar desahan-desahan lirih dari bibirnya, kedua tangannya menjambak rambut gue. “emhh…ukhh…masss…”.
Gue lepas baju juga celana pendek gue, tinggal celana dalam aja yang keliatan gak muat menampung penis gue yang udah berdiri dari tadi. “ih…mas kok dilepas semua..”, “udah sempit nih, Ayu..” jawab gue. Gue kembali menindih tubuh Ayu dan kali ini gue cium lembut mulai dari kening berlanjut kedua matanya dan pipinya kembali melumat bibirnya, lehernya, susunya lalu turun ke perut, desahan Ayu terdengar kembali “ehhh…. mass…mmmh…” lama gue bermain di daerah susu dan perutnya, gue coba buka kancing dan resleting celana Ayu, ” mas, jangan.., mas..Ayu, ga mau..” cegah Ayu tegas. Gue coba ngertiin Ayu dan kembali menciumi bibirnya. Setelah dua kali mencoba dan ga diijinin, sambil gue lumat bibirnya tangan kanan gue kembali mencoba membuka resletingnya, ternyata kali ini Ayu hanya diam dan merelakan gue lepas celana panjangnya. Sekarang kami berdua hampir bugil dengan hanya memakai celana dalam. Gue ciumin pahanya, perutnya, susunya, bibirnya dan menindih tubuh Ayu lagi, kali ini gue gesek-gesekkan penis gue ke memek Ayu sambil bermain lidah di mulut Ayu. Ayu sedikit mengangkangkan kakinya sehingga gue gampang menggesekkan penis gue. Cukup dengan gesek-gesekan alat kelamin, gue kembali menciumi leher, susunya lalu perut dan akhirnya sampai ke memek Ayu yang masih tertutup celana dalam. Ayu menggeliat keenakkan dan meremas rambut gue dengan keras waktu gue ciumin bagian memeknya..
“eehh…mhh…masss..ahhh….” beberapa saat gue sudahi ciumin di memek Ayu dan melepas celana dalam gue.Ayu masih terbaring di kasur.
“Ayu,..mas pengen diciumin kaya’ mas ciumin punya ayu tadi, dong..” minta gue merayu. Ayu menggelengkan kepalanya.”ayo dong, sayang!!”
rayu gue. “Ayu belom pernah mainan itu.., mas” jawabnya. “sekarang Ayu coba, deh..!!”. gue deketin penis gue ke wajah Ayu,
“ayo sayang…!!” rayu gue lagi. dengan malu-malu Ayu pegang penis gue dan dengan ragu Ayu ciumin penis gue.
“uh.. enak sayang..sedot sayang..” Ayu pun mulai terbiasa dan tau apa yang harus diperbuat,Ayu mengocok penis gue di mulutnya.
beberapa saat Ayu mengulum penis gue,dia bilang “mas, udah ya mas….”. “iya, sayang….” jawab gue. kini giliran gue lagi membuat Ayu keenakkan, gue cium bibirnya dan menciumi memeknya lagi. Ayu mendesah keenakkan “ehhhmm..mmmhh….”. saat Ayu sedang terbuai gue lepaskan celana dalamnya. Tubuh Ayu yang tanpa penutup apa-apa itu benar-benar bikin gue ga tahan, putih, bersih dan mulus. Bagian memeknya baru mulai ditumbuhi rambut-rambut halus keliatan seksi banget. Gue lumat lagi bibir Ayu sambil tangan gue mengelus-elus memeknya, gue pijit lembut klitorisnya. Gue beralih mencium dan memainkan lidah di memeknya, gue gigit ringan klitorisnya, Ayu menggeliat dan menjambak rambut gue dengan keras,”masss,….Ayu mau kee..luu..ar…”.
Ayu mendapatkan orgasme pertamanya, memeknya basah dengan cairan yang keluar.
“akhhh….ehhhmmm…” Ayu terus mendesah karena orgasmenya.
“Ayu mau yang lebih enak lagi?” tanya gue setengah merayu..,”gimana, mas?..” tanya Ayu polos.
“caranya mas masukin punya mas ke memek Ayu…”, “ga mau ah mas…kan belom boleh..sakit katanya, mas” jawabnya.
“ga kok ga sakit..enak banget malah…” rayu setan gue. Ayu hanya diam dan gue mulai mencumbunya lagi.
“mas masukin sekarang yah…”,bisik gue di telinganya. kakinya gue kangkangin, terlihat wajah ragu Ayu saat gue arahkan penis gue ke memeknya, gue cium dulu kening dan bibir Ayu.. gue gesek-gesekkan penis gue ke memek Ayu yang masih basah oleh cairan orgasmenya dan memulai memasukkkan penis gue sedikit demi sedikit, memeknya terasa sempit banget walau baru kepala penis gue yang masuk ke lubang senggamanya, gue keluarin penis gue dan masukkin lagi lebih dalam. ” mas,….saakit, mas…” rintih Ayu. Gue cabut penis gue yang belum ada setengahnya masuk ke lubang memek Ayu. Gue cium lagi bibir Ayu…
“tahan ya sayang…!!” bisik gue. kembali gue masukkin penis gue perlahan lebih dalam dan lebih dalam lagi, terlihat darah keluar dari memek Ayu. Ayu menjerit kesakitan “akhh…saakittt, mas…” kini penis gue benar-benar ditelan dan terasa terjepit lubang senggama Ayu. Terlihat setitik air mata mengalir dari sudut matanya. Wajah Ayu masih menahan sakit karena keperawanannya robek oleh penis gue. gue diam beberapa saat agar Ayu mampu menguasai sakit di memeknya sambil menciuminya. Setelah dia agak tenang, gue mulai menarik dan mendorong penis gue, maju mundur perlahan. gue terus mengocokkan penis gue di memeknya perlahan, terasa lubang senggama Ayu sudah bisa menerima penis gue, gue percepat gerakan penis gue. Ayu pun sudah tidak lagi merintih kesakitan tapi berbalik mulai merasakan kenikmatan.. “akhhh…ukhh…mass..akhh..”desah Ayu keenakan.
gue ciumin bibir Ayu sambil terus mengocok penis gue di memeknya. “ukhhh…akhhh..ehhmm…” desahan nikmat kami berdua. Ayu mendekap erat tubuh gue, “Ayu…mau ke..luar lagi…” bisiknya, terasa cairan hangat menyemprot kepala penis gue, Ayu orgasme yang kedua kali.
Penis gue terus keluar masuk di memek Ayu..beberapa saat setelah Ayu orgasme yang kedua, gue merasa sudah hampir mencapai orgasme. gue mempercepat gerakan penis gue.. “mas udah mau keluar Ayu..” , “akhhh….uhhh.. Ayu ju..gaa…” ternyata Ayu orgasme duluan.
merasa sudah di pucuk, gue cabut penis gue dan menumpahkan sperma gue di perut Ayu. “akhh…mmmmhh…”
kami berdua terkulai berdampingan, gue menyeka keringat di kening Ayu dan mengecupnya. “makasih ya, sayang…” bisik gue, Ayu hanya tersenyum kecil. Gue bersihin sperma di tubuh Ayu yang terkulai lemas dan darah di memeknya dengan handuk kecil.
“bobo aja bentar, sayang, nti mas bangunin..” kata gue. Tak lama Ayu pun terlelap dan gue tutupi tubuhnya dengan selimut. gue pandangi wajah Ayu, “memang manis banget anak ini, beruntung banget gue bisa dapetin dia” dalam hati gue berkata. Waktu sudah menunjukkan jam lima sore, gue cium pipi Ayu buat bangunin dia. “bangun, sayang dah sore..” kata gue. Ayu pun bangun, saat akan berdiri Ayu masih merasa perih di memeknya..”akhh..” rintih Ayu sambil menggigit bibirnya. Ayu perlahan mengenakan semua pakaiannya kembali. “kamar mandi mana, mas?” tanya Ayu. “oh, itu dibelakang..” kata gue, sambil menunjuk kamar mandi. Terlihat Ayu berjalan pelan menahan sakit di kemaluannya menuju kamar mandi. Setelah selesai dari kamar mandi Ayu pamit pulang. “mas, Ayu pulang dulu ya, dah sore banget…” katanya.
“iya, Ayu jangan lewat depan rumah Dian ya, lewat samping aja…” saran gue.
sebelum pulang gue cium lagi kening dan bibir Ayu…
“jangan bilang sapa-sapa ya, sayang!!!”bisik gue.
Ayu hanya mengangguk… “hati-hati ya Ayu!!”…..
TAMAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s