Ipar Tiriku


Namaku Kundari Aku biasa di pangil Kun. Kedua orang tuaku sudah meninggal, Ketika itu aku baru kelas 2 SMP, Aku terpaksa ikut Mas Pras. Dia adalah anak ayah dari isteri pertama. Jadi aku dan Mas Pras lahir dari ibu yang berbeda. Mas Pras ( 30 tahun ) orangnya baik dan sayang kepadaku, tapi istrinya……… wah judes, dan galak. Ketika Ibuku meninggal, yang mengakibatkan aku jadi sebatang kara di dunia, Mas Pras baru seminggu menikah. Kehadiranku di keluarga baru itu, tentu sangat mengganggu privasi mereka. Rumah kontrakan sempit hanya ada tiga kamar. Kamar tidur, kamar tamu dan dapur. Aku merasakan sikap yang kurang enak ini sejak aku hadir di situ.

Baca lebih lanjut

Cewek Blasteran


Gw cowo umur 20 thn, gw kuliah di salah satu perguruan tinggi di jakarta,dan gw ber dua dengan teman gw ngontrak rumah deket kampus diseberang rumah kontrakan gw tinggal keluarga keturunan india yang baru pindah kira2 1bulan, bapaknya keturunan india sedangkan nyokapnya orang sunda, mereka punya 1 anak yang masi kelas 3 sma cantik banget, bodynya montok ,kulitnya putih- kecoklatan,dan rambutnya pendek. namanya wiwit. awal kenalan dengan Wiwit gara2 gw maen basket tiap hari minggu dilapangan kompleks perumahan tempat kita tinggal, setiap selesai maen basket wiwit terlihat tambah cantik bagi gw dengan baju ketat yang dibasahi sama keringatnya sungguh menggairahkan bgt buat gw. singkat cerita sekitar 1 bulan akhirnya gw jadian sama wiwit, tapi tanpa sepengetahuan ortu Wiwit , karena Wiwit dilarang pacaran sebelum lulus sma, kalao mau pergi nge-date gw selalu nuggu Wiwit di depan gerbang kompleks karena takut ketauan sama ortu Wiwit.

Baca lebih lanjut

Perawan Teman Kecilku


Kisah ini kualami dengan seorang gadis yang kukenal dan teman bermain sejak kecil, kisah pacaranku dengan Ayu, seorang gadis yang sangat istimewa bagiku. Kisah ini terjadi di awal tahun dua ribuan. Saat masih kanak-kanak, kami bermain seperti halnya anak-anak pada umumnya. Hoom-pim-pah Agus jaga… Ia menutup mata di bawah pohon kersen. Kami, anak-anak yang lain, lari mencari tempat persembunyian.. Sungguh mengasyikkan bukan bermain dengan teman-teman di waktu kecil, tapi semua itu sekarang telah berubah, ketika beranjak dewasa semua kenangan itu seolah hilang dan berganti dengan kehidupan sex bebas.

Baca lebih lanjut

Mbak Ningsih Dan Aku


Sudah tiga tahun aku ikut dengan keluarga Budhe. Saat itu usiaku sudah 15 tahunan dan Mbak Ningsih yang usianya tiga tahun di atasku sudah kelas 3 di salah satu SMK swasta di kotaku. Pada saat itulah aku pertama kali mengenal apa yang namanya seks. Kejadiannya berawal dari suatu siang kira-kira setengah tahun setelah meninggalnya Budhe Harti. Saat itu sekolahku dipulangkan sebelum waktu biasanya. Semua murid dipulangkan pada jam 10 pagi karena guru-guru mengadakan rapat untuk persiapan Ujian Sekolah. Aku yang selalu disiplin tidak pernah bermain sebelum pulang dan ganti pakaian. Begitu sekolah dibubarkan aku langsung pulang ke rumah yang jaraknya kira-kira 2 km dengan naik angkot.

Baca lebih lanjut

Cewek Keturunan


Gw cowo umur 20thn, gw kuliah di salah satu perguruan tinggi di jakarta,dan gw ber dua dengan teman gw ngontrak rumah deket kampus diseberang rumah kontrakan gw tinggal keluarga keturunan india yang baru pindah kira2 1 bulan, bapaknya keturunan india sedangkan nyokapnya orang sunda, mereka punya 1 anak yang masih kelas 3 sma cantik bgt, bodynya montok ,kulitnya putih- kecoklatan,dan rambutnya pendek. namanya wiwit. awal kenalan dengan wiwit gara2 gw maen basket tiap hari minggu dilapangan kompleks perumahan tempat kita tinggal, setiap selesai maen basket wiwit terlihat tambah cantik bagi gw dengan baju ketat yang dibasahi sama keringatnya sungguh menggairahkan bgt buat gw. singkat cerita sekitar 1 bulan akhirnya gw jadian sama wiwit, tapi tanpa sepengetahuan ortu wiwit , karena wiwit dilarang pacaran sebelum lulus sma, kalao mau pergi nge-date gw selalu nuggu wiwit di depan gerbang kompleks karena takut ketauan sama ortu wiwit.

Baca lebih lanjut

Aku, Tante Siska Dan Anaknya


Pagi hari itu aku di aku di telepon Mbak Linda. Aku disuruh datang kerumahnya. Katanya ada hal penting yang harus dibicarakan. Aku langsung menyanggupinya. Tapi aku bilang kalau aku hanya bisa datang besok sore hari, karena aku sudah ada janji dengan adiknya yang bernama Yuni pada hari ini. Mbak Lindapun setuju dengan usulku itu. Aku lalu berangkat ke rumah Yuni. Sesampainya aku di rumah Yuni, aku langsung saja masuk kedalam rumah karena aku sudah terbiasa dengan keluarganya. Sesampainya aku di dalam rumah, aku tidak mendapati siapa-siapa. Aku langsung saja duduk di ruang tamu. Untuk diketahui, dengan keluarga ini aku sudah sangat terbiasa di rumahnya, bahkan urusan sexspun kami sangat terbuka. Ini adalah salah satu ceritanya…

Tapi aku mendengar ada orang yang sedang mandi. Aku tidak tahu siapa yang sedang mandi itu, jadi aku hanya menunggu saja. Tidak berapa lama aku menunggu tiba-tiba Yuni dan ibunya muncul dari pintu depan.
Baca lebih lanjut

Nikmatnya Gadis Belia


Saat itu aku lagi beres-beres sich dikantor tiba-tiba hpku berbunyi….kring.. kring……saat itu aku berada di kantorku sedang membaca surat-surat dan dokumen yang barusan dibawa Lia, sekretarisku, untuk aku setujui. Kulihat di layar tampak sebuah nomor telepon yang sudah kukenal. “Hello.. Dita.. Apa kabar” sapaku. “Hi.. Pak Robert.. Kok udah lama nih nggak kontak Dita” “Iya habis sibuk sih” jawabku sambil terus menandatangani surat-surat di mejaku. “Ini Pak Robert.. Ada barang bagus nih..” terdengar suara Dita di seberang sana. Dita ini memang kadang-kadang aku hubungi untuk menyediakan wanita untuk aku suguhkan pada tamu atau klienku. Memang terkadang untuk menggolkan proposal, perlu adanya servis semacam itu. Terkadang lebih ampuh daripada memberikan uang di bawah meja. “Bagusnya gimana Dit?” tanyaku penasaran. “Masih anak-anak Pak.. Baru 15 tahun. Kelas 3 SMP. Masih perawan” Mendengar hal itu langsung senjataku berontak di sarangnya. Memang sering aku kencan dengan wanita cantik, ABG ataupun istri orang. Tetapi jarang-jarang aku mendapatkan yang masih perawan seperti ini. Baca lebih lanjut