Rani, Pacar Teman Kostku


Sebut saja nama saya Ari. Sudah menikah dan punya 1 orang anak. Saya tinggal diwilayah yang masuk sebagai wilayah Bogor tapi saya bekerja di Jakarta.
Awalnya adalah ketika saya kuliah di Bandung dan jauh dari orangtua. Karena jauh dari ortu maka saya berpikir inilah kesempatan bagi saya untuk mencoba pengalaman-pengalaman baru terutama tentu saja soal seks. Dari info2 yang saya terima dari teman-teman yang berpengalaman, saya tau banyak hal-hal yang berkaitan dengan seks. Penyewaan LD porno ( waktu itu belum jaman VCD hehehe ), majalah, stensilan, tempat perempuan yang bisa diajak gituan, tempat jual obat kuat, obat tidur, alat kontrasepsi ( kalo ini mah dimana2 juga banyak ). Kalo soal gaya dan posisi2 seks itu sih belajarnya dari film. Saya sendiri masih perjaka saat itu dan sudah sangat ingin melepaskan keperjakaan saya ( hehehe… ). Sayangnya setelah kuliah 1 semester, saya belum dapat pacar juga. Maklum kampus saya adalah kampus teknik ternama yang 90% isinya cowok jadi ya persaingannya ketat. Saya sendiri bukan termasuk cowok yang beruntung alias gak kebagian cewek sekampus bahkan ya itu tadi tidak punya pacar. Padahal saya udah dapat banyak “ilmu” dari teman-teman saya terutama dari Rashid, teman kosku yang sudah ambil tugas akhir. Dia kuliahnya beda jurusan tapi masih sekampus. Saya bahkan sudah diajari olehnya bagaimana cara bisa berhubungan seks dengan pacar kita tanpa memaksanya meski awalnya dia tidak mau. Ajaran itu tidak ajaib-ajaib amat karena modalnya cuma obat tidur atau obat perangsang tergantung situasinya. Trik yang berbahaya memang tapi kagak bisa juga dipraktekin juga ( karena kejombloanku itu ). Namun akhirnya berkat trik itu, aku memang bisa melepaskan kerperjakaanku tapi rupanya trik itu menjadi senjata makan tuan. Berkat trik dari Rashid itu aku berhasil menyetubuhi Rani, pacar Rashid sendiri, dan sampai kini Rashid tidak mengetahuinya. Itupun bukan aku yang melakukan trik tersebut tapi Kamil, anak kost satu lagi teman kita berdua, dan aku cuma kecipratan “getah” enaknya saja.

Baca lebih lanjut

Bercinta Di Warnet


Warnet biasanya tempat cari film porno atau film bokep, nah cerita ini bermula saat aku di bangku kuliah dulu. Aku kuliah di sebuah Sekolah Tinggi Ilmu Informatika di Jakarta Selatan. Singkatnya, banyaknya waktu luang yang aku punya sepulang kuliah membuat aku ingin mencari kesibukan baru. Sampailah dimana aku mempunyai kebiasaan chatting melalui MIRC. Setiap hari sepulang kuliah, aku selalu menyempatkan diri untuk pergi ke warnet utuk chatting atau sekedar browsing mencari-cari gambar atau filem bokep. Di chatting, aku berkenalan dengan seorang wanita bernama Wulan, mahasiswi Desain grafis di salah satu Universitas di Jakarta. Hampir setiap hari aku chat dengannya. Sekedar basa basi atau saling curhat satu sama lain. Kami berdua sering bertukar foto via E-mail, karena dulu belum tau friendster n hape belum bisa MMS. Sejujurnya, Wulan tidak cantik, cenderung tomboy dan dia anak Indies (tau donk). Yang membuat saya tertarik adalah dia berkulit putih bersih dan enak untuk diajak ngobrol. Pembawaannya selalu ceria, seolah dia tidak pernah merasakan sedih.

Baca lebih lanjut

Cewek Keturunan


Gw cowo umur 20thn, gw kuliah di salah satu perguruan tinggi di jakarta,dan gw ber dua dengan teman gw ngontrak rumah deket kampus diseberang rumah kontrakan gw tinggal keluarga keturunan india yang baru pindah kira2 1 bulan, bapaknya keturunan india sedangkan nyokapnya orang sunda, mereka punya 1 anak yang masih kelas 3 sma cantik bgt, bodynya montok ,kulitnya putih- kecoklatan,dan rambutnya pendek. namanya wiwit. awal kenalan dengan wiwit gara2 gw maen basket tiap hari minggu dilapangan kompleks perumahan tempat kita tinggal, setiap selesai maen basket wiwit terlihat tambah cantik bagi gw dengan baju ketat yang dibasahi sama keringatnya sungguh menggairahkan bgt buat gw. singkat cerita sekitar 1 bulan akhirnya gw jadian sama wiwit, tapi tanpa sepengetahuan ortu wiwit , karena wiwit dilarang pacaran sebelum lulus sma, kalao mau pergi nge-date gw selalu nuggu wiwit di depan gerbang kompleks karena takut ketauan sama ortu wiwit.

Baca lebih lanjut

Aku, Tante Siska Dan Anaknya


Pagi hari itu aku di aku di telepon Mbak Linda. Aku disuruh datang kerumahnya. Katanya ada hal penting yang harus dibicarakan. Aku langsung menyanggupinya. Tapi aku bilang kalau aku hanya bisa datang besok sore hari, karena aku sudah ada janji dengan adiknya yang bernama Yuni pada hari ini. Mbak Lindapun setuju dengan usulku itu. Aku lalu berangkat ke rumah Yuni. Sesampainya aku di rumah Yuni, aku langsung saja masuk kedalam rumah karena aku sudah terbiasa dengan keluarganya. Sesampainya aku di dalam rumah, aku tidak mendapati siapa-siapa. Aku langsung saja duduk di ruang tamu. Untuk diketahui, dengan keluarga ini aku sudah sangat terbiasa di rumahnya, bahkan urusan sexspun kami sangat terbuka. Ini adalah salah satu ceritanya…

Tapi aku mendengar ada orang yang sedang mandi. Aku tidak tahu siapa yang sedang mandi itu, jadi aku hanya menunggu saja. Tidak berapa lama aku menunggu tiba-tiba Yuni dan ibunya muncul dari pintu depan.
Baca lebih lanjut

Nikmatnya Mbak Fanny


Panggil saja namanya Fanny bertubuh seksi. Dalam pikiran saya saat dikantor hanya ingin menikmati tubuh putih mbak fanny yang mungkin rasanya sungguh sedap dan nikmat. Oh ya perkenalkan dulu, aku adalah seorang karyawan disebuah perusahaan swasta di bandung. Bagian tempat aku berkerja hanya terdiri dari 8 orang, tapi walaupun orangnya sedikit, bagianku punya seorang sekretaris bagian yang khusus melayani administrasi bagianku. Sekretasi itu namanya Fanny, tapi aku biasanya manggil mbak fanny, soalnya memang dia lebih tua 1 tahun dari aku.

Mbak Fanny adalah seorang wanita yang sangat menarik, tubuhnya tinggi semampai, hampir setinggi aku, kulitnya putih bersih dengan bentuk body aduhai. Buah dadanya tidak terlalu besar, tapi kalu dilihat dari luar, aku yakin buah dada itu pasti bulat sempurna dan kenyal, karena aku sering melirik kearah payudaranya yang membusung menantang itu . Satu lagi yang aku suka dari mbak Fanny, rambut ikalnya. Entah mengapa aku lebih tertarik dengan wanita yang berambut ikal, apalagi ditambah bibir tipis mbak fanny yang sensual, membuat aku gak bosen-bosen memandang wanita seksi itu.

Baca lebih lanjut

Nikmatnya Gadis Belia


Saat itu aku lagi beres-beres sich dikantor tiba-tiba hpku berbunyi….kring.. kring……saat itu aku berada di kantorku sedang membaca surat-surat dan dokumen yang barusan dibawa Lia, sekretarisku, untuk aku setujui. Kulihat di layar tampak sebuah nomor telepon yang sudah kukenal. “Hello.. Dita.. Apa kabar” sapaku. “Hi.. Pak Robert.. Kok udah lama nih nggak kontak Dita” “Iya habis sibuk sih” jawabku sambil terus menandatangani surat-surat di mejaku. “Ini Pak Robert.. Ada barang bagus nih..” terdengar suara Dita di seberang sana. Dita ini memang kadang-kadang aku hubungi untuk menyediakan wanita untuk aku suguhkan pada tamu atau klienku. Memang terkadang untuk menggolkan proposal, perlu adanya servis semacam itu. Terkadang lebih ampuh daripada memberikan uang di bawah meja. “Bagusnya gimana Dit?” tanyaku penasaran. “Masih anak-anak Pak.. Baru 15 tahun. Kelas 3 SMP. Masih perawan” Mendengar hal itu langsung senjataku berontak di sarangnya. Memang sering aku kencan dengan wanita cantik, ABG ataupun istri orang. Tetapi jarang-jarang aku mendapatkan yang masih perawan seperti ini. Baca lebih lanjut

Adik Mantan Pacarku


Ini kisahku dengan seorang cewek sebut saja namanya putri, Putri adalah adik dari cewekku, cewekku itu telah mengkhianatiku sehingga timbul niatan yang tidak baik didiriku untuk membalas, tetapi karena aku dengan cewekku beda kota, jadinya niat itu agak sulit terwujud, namun putri adik dari cewekku itu kebetulan kuliah di Jogja, ya…Jogja adalah kota tempat tinggalku, dengan banyak hiruk pikuk banyak anak sekolah. Putri berumur 19 tahun, dan aku sendiri berumur 24 tahun. Putri menganggapku sebagai kakakknya, karena dari dulu putri sangat menginginkan punya kakak laki2, sedangkan mereka hanya 2 bersodara, begitu juga aku yang menginginkan seorang adik cewek, pada mulanya kami sering pergi bareng, bahkan putri pernah menunggui aku ketika aku mengalami sakit parah di RS, tetapi kembali lagi bahwa tidak ada niatan dan rasa apa-apa, karena kami selalu menganggap bahwa kami adalah saudara kandung.

Oh iya Putri cewek dengan tinggi sekitar 165cm, dengan berat 45 kg, cukup kurus memang, wajah spesifik khas orang jawa, ya mirip-mirip Anggun C. Sasmi dengan potongan rambut pendek lah… tonjolan di dadanya tampaknya cukup kecil dengan ukuran 32b.
Baca lebih lanjut