Perawan Cewek Makasar


Vina adalah rekan kampusku yang berasal dari Makasar, anaknya bertubuh kurus dengan tinggi sekitar 168 dan kutaksir BHnya berukuran 32 B. Aku tidak terlalu akrab dengan Vina karena sejak awal kuliah kami tidak pernah sekelas. Tapi karena dia aktif di Koran kampus, maka kami cukup sering berinteraksi. Pada akhir tahun 2003, kampus kami mengadakan lomba penulisan ilmiah, ketua jurusan meminta aku dan Vina mewakili jurusan kami dalam kegiatan itu. Karena batas waktu pengumpulan tulisan sudah dekat, sedangkan kami belum punya bahan tulisan, maka kami sepakat untuk memanfaatkan waktu diluar jam kuliah menyelesaikan tugas ini. “trus enaknya mau ketemu dimana donk?” tanyaku pada Vina siang itu di kantin kampus. “terserah kamu aja lah. Di kostmu juga gapapa, soalnya kalau di kostku kamu cuma bisa sampai teras, ga boleh masuk. Ntar malah brisik, ga bisa konsen” jawabnya Akhirnya aku memberikan alamat kost ku kepadanya.

Baca lebih lanjut

Cewek Blasteran


Gw cowo umur 20 thn, gw kuliah di salah satu perguruan tinggi di jakarta,dan gw ber dua dengan teman gw ngontrak rumah deket kampus diseberang rumah kontrakan gw tinggal keluarga keturunan india yang baru pindah kira2 1bulan, bapaknya keturunan india sedangkan nyokapnya orang sunda, mereka punya 1 anak yang masi kelas 3 sma cantik banget, bodynya montok ,kulitnya putih- kecoklatan,dan rambutnya pendek. namanya wiwit. awal kenalan dengan Wiwit gara2 gw maen basket tiap hari minggu dilapangan kompleks perumahan tempat kita tinggal, setiap selesai maen basket wiwit terlihat tambah cantik bagi gw dengan baju ketat yang dibasahi sama keringatnya sungguh menggairahkan bgt buat gw. singkat cerita sekitar 1 bulan akhirnya gw jadian sama wiwit, tapi tanpa sepengetahuan ortu Wiwit , karena Wiwit dilarang pacaran sebelum lulus sma, kalao mau pergi nge-date gw selalu nuggu Wiwit di depan gerbang kompleks karena takut ketauan sama ortu Wiwit.

Baca lebih lanjut

Perawan Teman Kecilku


Kisah ini kualami dengan seorang gadis yang kukenal dan teman bermain sejak kecil, kisah pacaranku dengan Ayu, seorang gadis yang sangat istimewa bagiku. Kisah ini terjadi di awal tahun dua ribuan. Saat masih kanak-kanak, kami bermain seperti halnya anak-anak pada umumnya. Hoom-pim-pah Agus jaga… Ia menutup mata di bawah pohon kersen. Kami, anak-anak yang lain, lari mencari tempat persembunyian.. Sungguh mengasyikkan bukan bermain dengan teman-teman di waktu kecil, tapi semua itu sekarang telah berubah, ketika beranjak dewasa semua kenangan itu seolah hilang dan berganti dengan kehidupan sex bebas.

Baca lebih lanjut

Mbak Ningsih Dan Aku


Sudah tiga tahun aku ikut dengan keluarga Budhe. Saat itu usiaku sudah 15 tahunan dan Mbak Ningsih yang usianya tiga tahun di atasku sudah kelas 3 di salah satu SMK swasta di kotaku. Pada saat itulah aku pertama kali mengenal apa yang namanya seks. Kejadiannya berawal dari suatu siang kira-kira setengah tahun setelah meninggalnya Budhe Harti. Saat itu sekolahku dipulangkan sebelum waktu biasanya. Semua murid dipulangkan pada jam 10 pagi karena guru-guru mengadakan rapat untuk persiapan Ujian Sekolah. Aku yang selalu disiplin tidak pernah bermain sebelum pulang dan ganti pakaian. Begitu sekolah dibubarkan aku langsung pulang ke rumah yang jaraknya kira-kira 2 km dengan naik angkot.

Baca lebih lanjut

Cewek Keturunan


Gw cowo umur 20thn, gw kuliah di salah satu perguruan tinggi di jakarta,dan gw ber dua dengan teman gw ngontrak rumah deket kampus diseberang rumah kontrakan gw tinggal keluarga keturunan india yang baru pindah kira2 1 bulan, bapaknya keturunan india sedangkan nyokapnya orang sunda, mereka punya 1 anak yang masih kelas 3 sma cantik bgt, bodynya montok ,kulitnya putih- kecoklatan,dan rambutnya pendek. namanya wiwit. awal kenalan dengan wiwit gara2 gw maen basket tiap hari minggu dilapangan kompleks perumahan tempat kita tinggal, setiap selesai maen basket wiwit terlihat tambah cantik bagi gw dengan baju ketat yang dibasahi sama keringatnya sungguh menggairahkan bgt buat gw. singkat cerita sekitar 1 bulan akhirnya gw jadian sama wiwit, tapi tanpa sepengetahuan ortu wiwit , karena wiwit dilarang pacaran sebelum lulus sma, kalao mau pergi nge-date gw selalu nuggu wiwit di depan gerbang kompleks karena takut ketauan sama ortu wiwit.

Baca lebih lanjut

Papa Tiri


Suatu hari aku mendapat pengalaman yang tentunya baru untuk gadis seukuranku. Oya, aku gadis keturunan Cina dan Pakistan. Sehingga wajar saja kulitku terlihat putih bersih dan satu lagi, ditaburi dengan bulu-bulu halus di sekujur tubuh yang tentu saja sangat disukai lelaki. Kata teman-teman, aku ini cantik lho.

Memang siang ini cuacanya cukup panas, satu persatu pakaian yang menempel di tubuhku kulepas. Kuakui, kendati masih ABG tetapi aku memiliki tubuh yang lumayan montok. Bila melihat lekuk-lekuk tubuh ini tentu saja mengundang jakun pria manapun untuk tersedak. Dengan rambut kemerah-merahan dan tinggi 167 cm, aku tampak dewasa. Sekilas, siapapun mungkin tidak percaya kalau aku adalah seorang pelajar. Apalagi bila memakai pakaian casual kegemaranku. Mungkin karena pertumbuhan yang begitu cepat atau memang sudah keturunan, entahlah. Tetapi yang jelas cukup mempesona, wajah oval dengan leher jenjang, uh.. entahlah.
Baca lebih lanjut

Nikmatnya Gadis Belia


Saat itu aku lagi beres-beres sich dikantor tiba-tiba hpku berbunyi….kring.. kring……saat itu aku berada di kantorku sedang membaca surat-surat dan dokumen yang barusan dibawa Lia, sekretarisku, untuk aku setujui. Kulihat di layar tampak sebuah nomor telepon yang sudah kukenal. “Hello.. Dita.. Apa kabar” sapaku. “Hi.. Pak Robert.. Kok udah lama nih nggak kontak Dita” “Iya habis sibuk sih” jawabku sambil terus menandatangani surat-surat di mejaku. “Ini Pak Robert.. Ada barang bagus nih..” terdengar suara Dita di seberang sana. Dita ini memang kadang-kadang aku hubungi untuk menyediakan wanita untuk aku suguhkan pada tamu atau klienku. Memang terkadang untuk menggolkan proposal, perlu adanya servis semacam itu. Terkadang lebih ampuh daripada memberikan uang di bawah meja. “Bagusnya gimana Dit?” tanyaku penasaran. “Masih anak-anak Pak.. Baru 15 tahun. Kelas 3 SMP. Masih perawan” Mendengar hal itu langsung senjataku berontak di sarangnya. Memang sering aku kencan dengan wanita cantik, ABG ataupun istri orang. Tetapi jarang-jarang aku mendapatkan yang masih perawan seperti ini. Baca lebih lanjut